Sisi lain sebuah perjalanan
Awalnya kami tidak menyangka akan melangkah sejauh ini.
Melakukan pengabdian, ya sesuatu hal yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya.
Semua berawal dari hal sederhana yaitu keinginan untuk membuat PKM (Program Kreativitas
Mahasiswa). Semua saling berpendapat untuk menentukan ide dari PKM yang akan
ditulis. Sampai beberapa hari kemudian setelah beberapa kali diskusi akhirnya
diputuskan untuk mengambil tema biopori. Setelah tema, kami kemudian mencari
target sasaran yang akan kami lakukan pengabdian disana. Kami berkonsultasi
dengan Dosen Pembimbing kami yang paling sabar, ramah, dan selalu memberikan
saran dan motivasi terbaik untuk kelompok kami. Ya beliau adalah salah satu
dosen kami di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Beliau adalah
Ibu Iken Nafikadini, S.KM., M.Kes. Setelah berkonsultasi akhirnya diputuskan
bahwa kami memilih Dusun Karangharjo sebagai sasaran dari PKM kami.
Waktu pun terus berlalu sampai
akhirnya pada tanggal 22 Februari 2016, kelompok kami terpilih dan lolos
didanai DIKTI. Ada rasa bahagia, keyakinan, dan persahabatan yang akan semakin
erat yang terbayang di benak kami. The Journey is begin. Ketika pada awalnya
kita tidak pernah tahu persis dimana letak Dusun karangharjo, kita membulatkan
tekad untuk tetap berangkat dengan bekal sedikit informasi dari kakak tingkat FKM
yang pernah melakukan PBL di Desa Curah Takir.
Kita tidak tahu dimana kita akan
berhenti. Kita hanya menyusuri jalan yang dikelilingi pemandangan yang indah.
Ya…pemandangan yang belum pernah kita temukan selama satu setengah tahun hidup
merantau di Kabupaten Jember. Di tengah jalan ketika kamii beristirahat
sebentar kita bertemuu dengan pengendara lain yang ingin menuju Desa Curah
Takir. Alhasil kita mengikuti petunjuk dari orang tersebut.
Sampai akhirnya kita menemukan
sebuah kehidupan di Dusun yang terletak di tengah- tengah luasnya kebun karet.
Ya… memang dusun tersebut tidak terlalu luas. Jarak dari satu rumah ke rumah
lainnya pun agak jauh. Sebuah keadaan yang membuat kita kagum, bagaimana
masyarakat dusun tersebut menjalani kehidupannya dengan penuh kesederhanaan.
Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya ? Tunggu sequel kedua dari kami :) :)






No comments:
Post a Comment