Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

pages

Featured Posts


Monday, June 13, 2016

KEAJAIBAN LUBANG KECIL


Kekeringan merupakan bencana alam yang masih banyak terjadi pada beberapa daerah di Kabupaten Jember. Salah satu wilayah yang setiap tahunnya mengalami kekeringan adalah Dusun Karangharjo. Kekeringan di dusun ini menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan air untuk keperluan --mandi, memasak, mencuci baju dan peralatan makan-- sehingga menghambat kegiatan sehari-hari masyarakat.


Perjalanan menuju Dusun Karangharjo dapat ditempuh kurang lebih dalam waktu satu jam. Keluar dari kota, hamparan sawah di kanan kiri jalan memberikan kesan alam tersendiri. Setelah memasuki daerah perkebunan karet PTPN Glantangan, akan nampak pemandangan yang rindang. Terdapat deretan pepohonan karet dengan daunnya yang terasa dingin menutupi jalan. Tidak hanya itu, barisan bukit dan gunung di kiri kanan jalan membuat perjalanan terasa menyenangkan.


Penyebab terjadinya kekeringan di Dusun Karangharjo disebabkan karena jarak sumber air yang jauh dari tempat tinggal masyarakat. Selain itu, jenis tanah berupa tanah liat menyebabkan air tidak dapat terserap dengan baik. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, dapat digunakan solusi alternatif berupa biopori.



Biopori merupakan lubang resapan air yang memiliki manfaat --meremajakan tanah, menyerap air hujan, dan sebagai penghasil pupuk kompos-- yang luar biasa. Alat, bahan serta cara pembuatannya pun mudah serta tidak membutuhkan biaya dalam jumlah besar. Lokasi penanaman biopori juga dapat dilakukan dimana saja.


Dengan solusi alternatif ini diharapkan permasalahan mengenai kekeringan dapat teratasi dan menjadikan Dusun Karangharjo sebagai dusun percontohan dalam menanggulangi permasalahan kekeringan.

Monday, June 6, 2016

Lebih Mengenal Warga Lokal di Tempat Pengabdian



Daerah dusun karangharjo merupakan daerah perkebunan karet yang seharusnya rindang dan banyak ditemukan pohon karet yang tumbuh menjulang tinggi. Disana rata-rata profesi warga yaitu buruh karet diperkebunan tersebut. Gaji yang didapat tidak sepadan dengan usaha kerja mereka menyebabkan kurangnya kemampuan untuk mencukupi kebutuhan mereka. Banyak yang mengeluhkan mengenai hal tersebut, mereka hidup dengan kesederhanaan khas warga desa, makan dan minum diambil dari sumber daya alam yang ada disekitar mereka. Kebiasaan menanam sayur mayur di area kebun rumah dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk asupan makanan mereka. Rata – rata warga mengaku jauhnya akses jalan dusun dari pusat desa menyebabkan sangat jarang sekali dusun karangharjo dikunjungi oleh warga dari dusun lain. Dari akibat dari jauhnya akses menyebabkan warga kurang mengenal lingkungan diluar dusun.



Para ibu di dusun karangharjo kebanyakan adalah berpropesi sebagai ibu rumah tangga.  Dimana keseharian mereka hanya diisi dengan aktifitas disekitar rumah saja. Perlunya program dari desa untuk memberikan suatu aktfitas untuk meningkatkan pengetahuan atau sekedar menambah pengalaman bagi ibu-ibu warga dusun, mengingat mereka jarang sekali meninggalkan lingkungan rumah dan secara otomatis sangat kurangnya pengetahuan dan pengalaman bagi mereka. Jauhnya akses dusun dengan pusat desa menyebabkan dusun karangharjo jauh dengan fasilitas-fasilitas seperti kesehatan, pendidikan, dll. Mereka yang berkeinginan menyekolahkan anaknya harus rela melewati jalanan terjal nan bergelombang. Jalanan batu – batu yang sering kali membuat keram pada perut dan membutuhkan biaya lebih untuk menempuh perjalanan keluar dari lingkungan dusun.




Gotong – royong antar RT sangat terlihat sekali ketika ada satu proyek dari pihak mana pun untuk perbaikan di dusun tersebut. Warga dengan suka rela bergotong royong menyelesaikan proyek tersebut. secara bergantian mengerjakannya hingga selesai terlaksana. Warga desa melakukan hal tersebut dikarenakan mereka percaya bantuan apapun dari berbagai pihak apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa manfaat untuk dusun maupun warganya dimasa mendatang. Kekompakkan inilah yang seharusnya ditiru oleh warga kota. warga dusun dengan keminiman fasilitas yang mereka dapat untuk kehidupan mereka, mampun bekerja sama dan gotong royong untuk membenahi dusun. Mereka yakin dengan bersatunya warga dusun akan tercipta lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan asri. 



Thursday, June 2, 2016

[Sequel 1] Sisi Lain Sebuah Perjalanan



Sisi lain sebuah perjalanan
                Awalnya kami tidak menyangka akan melangkah sejauh ini. Melakukan pengabdian, ya sesuatu hal yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Semua berawal dari hal sederhana yaitu keinginan untuk membuat PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Semua saling berpendapat untuk menentukan ide dari PKM yang akan ditulis. Sampai beberapa hari kemudian setelah beberapa kali diskusi akhirnya diputuskan untuk mengambil tema biopori. Setelah tema, kami kemudian mencari target sasaran yang akan kami lakukan pengabdian disana. Kami berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing kami yang paling sabar, ramah, dan selalu memberikan saran dan motivasi terbaik untuk kelompok kami. Ya beliau adalah salah satu dosen kami di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Beliau adalah Ibu Iken Nafikadini, S.KM., M.Kes. Setelah berkonsultasi akhirnya diputuskan bahwa kami memilih Dusun Karangharjo sebagai sasaran dari PKM kami.
            Waktu pun terus berlalu sampai akhirnya pada tanggal 22 Februari 2016, kelompok kami terpilih dan lolos didanai DIKTI. Ada rasa bahagia, keyakinan, dan persahabatan yang akan semakin erat yang terbayang di benak kami. The Journey is begin. Ketika pada awalnya kita tidak pernah tahu persis dimana letak Dusun karangharjo, kita membulatkan tekad untuk tetap berangkat dengan bekal sedikit informasi dari kakak tingkat FKM yang pernah melakukan PBL di Desa Curah Takir.
            Kita tidak tahu dimana kita akan berhenti. Kita hanya menyusuri jalan yang dikelilingi pemandangan yang indah. Ya…pemandangan yang belum pernah kita temukan selama satu setengah tahun hidup merantau di Kabupaten Jember. Di tengah jalan ketika kamii beristirahat sebentar kita bertemuu dengan pengendara lain yang ingin menuju Desa Curah Takir. Alhasil kita mengikuti petunjuk dari orang tersebut.
            Sampai akhirnya kita menemukan sebuah kehidupan di Dusun yang terletak di tengah- tengah luasnya kebun karet. Ya… memang dusun tersebut tidak terlalu luas. Jarak dari satu rumah ke rumah lainnya pun agak jauh. Sebuah keadaan yang membuat kita kagum, bagaimana masyarakat dusun tersebut menjalani kehidupannya dengan penuh kesederhanaan. Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya ? Tunggu sequel kedua dari kami :) :)
           
               
Perjalanan Menuju Lokasi Pengabdian



Dusun karangharjo adalah lokasi pengabdian masyarakat kami. Dusun karangharjo, desa Curah takir, Kecamatan Tempurejo Jember. Sebelum kami berdelapan kumpul menjadi tim PKM-M Kolumbus, tim inti yang terdiri dari empat orang berangkat lebih dulu menelusuri jalan untuk menuju ke tempat tersebut. keseluruhan dari tim inti ini bukan asli jember alhasil kami menelusuri jalan dengan bantu GPS di ponsel kami. GPS tersebutlah yang menuntun kami menemukan kantor kepala desa curah takir. Selama perjalanan tersebut kanan kiri kami banyak sekali pohon karet, disana memang area perkebunan gelantangan, jalanan menjadi rindang karena ranting ranting karet yang bercabang hingga badan jalan. Pemandangan itu merupakan pemandangan yang sangat jarang kami jumpai mengapa?? Hal tersebut dikarenakan kami yang lebih sering berdomisili dikota hingga menyebabkan kurangnya wawasan dengan tempat-tempat baru yang seharusnya menyimpan banyak pengalaman dan keindahan apabila mau menjelajahinya. Jalanan utama menuju lokasi tergolong mulus, aspal masih begitu kuat untuk menahan beberapa kendaraan yang melewatinya.



Sesampainya di balai desa curah takir kami mendapat informasi mengenai lokasi dusun karangharjo, salain itu juga informasi mengenai kepala dusun yang sering disebut pak kampung oleh warga sana. Kemudian kami menelusuri jalan menuju dipertigaan dusun karang harjo, disana kami disuguhi jalanan bebatu dan tanah bercapur air bekas hujan. Miris rasanya mengapa masih ada jalanan yang kurang nyaman seperti ini, kemana semua yang berwewenang dalam hal ini, apakah mereka yang berwewenang pernah berjalan atau melewati jalanan ini? Beberapa pertanyaan muncul dalam benak ini.







Lokasi dusun yang berada diatas gunung kami rasa akan menyulitkan akses penduduk untuk keluar masuk dusun dan berinteraksi dengan dusun lain. Dusun ini terpencil dan terpisah dengan dusun lain sesama naungan desa Curah takirnya. Jalanan setapak, naik turun gunung kami lalui. Kami senang ini pengalaman baru untuk kami, disisi lain kamimerasa kesulitan untuk menjangkau lokasi tersebut padahal kami baru sekali merasakan jalan tersebut bagaimana dengan masyarakat yang harus melawatinya setiap hari untuk beraktifitas sehari-hari. Semoga saja pemerintah tahu dan segara memperbaiki jalan menuju dusun karangharjo sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya dan hidup lebih baik kedepannya. 
 
Blogger Templates